
WARISAN SAMARKAND
Terjebak antara impian dan kekosongan, seorang pria modern secara tidak sengaja memasuki dimensi dari sejarah abad ke-14 dan menyaksikan perjalanan agama Sheikh Ibrahim Asmoroqondi dari Samarkand ke kepulauan Indonesia, sebuah perjalanan yang pada akhirnya menyembuhkan luka-luka dalam hidupnya.
SINOPSIS
Arya Permana, seorang kepala operasional di Jakarta, menjalani kehidupan yang seolah-olah sempurna:
karir yang gemilang, pernikahan yang kokoh, dan penghargaan yang membanggakan. Namun di dalam
hatinya, ia merasakan sebuah kekosongan yang sulit untuk ia jelaskan. Dalam upaya melarikan diri dari
beban hidup, Arya memutuskan untuk mengikuti tur Jalur Sutra ke Uzbekistan. Petualangan ini berubah
drastis ketika ia mengalami kecelakaan serius di gurun Kyzylkum yang mengakibatkan dirinya terjebak
dalam keadaan koma.
Saat terbaring koma di rumah sakit Khiva, Arya terjerumus ke dalam dimensi sejarah abad ke-14 dan
menjadi saksi perjalanan hidup Syekh Ibrahim Asmoroqondi, seorang tokoh ulama terkenal dari
Samarkand yang nantinya menjadi nenek moyang Wali Songo. Arya melihat proses hijrah spiritual sang
syekh dari Samarkand menuju Champa, melanjutkan perjalanan ke Palembang, hingga akhirnya menetap dan berdakwah di Tuban.
Ia menyaksikan kebijaksanaan, kesabaran, dan cinta yang mengubah banyak jiwa, serta secara perlahan juga berdampak pada dirinya. Setelah Arya bangun kembali di dunia modern, ia menyadari bahwa hidupnya telah berubah. Ia berjuang menghadapi tekanan dari pekerjaan yang penuh intrik, memperbaiki hubungan dengan Sarah, dan mulai melihat hidup dengan cara yang dipandu oleh nilai-nilai yang ia dapatkan dari pengalaman spiritual tersebut. Ia meluncurkan program pendidikan “Samarkand Initiative” dan akhirnya melakukan ziarah ke makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi di Tuban, menandai akhir dari perjalanan spiritualnya.
Ia menyaksikan kebijaksanaan, kesabaran, dan cinta yang mengubah banyak jiwa, serta secara perlahan juga berdampak pada dirinya. Setelah Arya bangun kembali di dunia modern, ia menyadari bahwa hidupnya telah berubah. Ia berjuang menghadapi tekanan dari pekerjaan yang penuh intrik, memperbaiki hubungan dengan Sarah, dan mulai melihat hidup dengan cara yang dipandu oleh nilai-nilai yang ia dapatkan dari pengalaman spiritual tersebut. Ia meluncurkan program pendidikan “Samarkand Initiative” dan akhirnya melakukan ziarah ke makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi di Tuban, menandai akhir dari perjalanan spiritualnya.
No comments:
Post a Comment